Kamis, 05 September 2013

HARMONI KEHIDUPAN

Sebetulnya manusia itu pada hakekatnya tidak memiliki apa-apa. Dari lahir ia tak berbekal sesuatu apapun kecuali jasmani dan rohani. Itulah awal Tuhan memberikan modal untuk bisa hidup di dunia ini.

cobalah lihat ketika manusia dilahirkan adakah yang langsung memakai pakaian, memiliki harta, langsung bisa berjalan dan seterusnya. KIta terlahir karena ijin Tuhan melalui hubungan dua insan yang bernama ibu dan bapak, atau bolehlah dikatan adanya lelaki dan perempuan.

Tuhan telah memberikan modal kepada manusia berupa akal dan pikiran agar supaya untuk bagaimana bisa mempertahankan hidup sehingga dapat menikmati karunia yang diberikan. Kadang-kadang bahkan tidak terlintas dalam pikiran manusia termasuk kita bahwa semua apa yang telah diberikan Tuhan itu bukan karunia dari Tuhan. Ia menganggapnya itu adalah sudah hukum alam. Yang pada akhirnya kurang memikirkan bahwa semua ini adalah milik sang Maha Pemilik alam semesta ini yaitu Tuhan sekalian alam.

Bolehlah dikatakan hukum alam akan tetapi manusia memiliki akal dan perasaan. Dengan perasaan inilah kita memiliki rasa hubungan antar satu dengan yang lainnya. lebih-lebih hubungan manusia dengan Tuhannya.

Dengan adanya hubungan inilah manusia harus menjaga jalinan, agar saling memperhatikan yang nantinya akan tercipta suatu keharmonisan. Keharmonisan ini adalah suatu upaya agar satu dengan yang lainnya saling memberi dan menerima.

Agar supaya bertahan keberadaan keharmonisan ini tentu adanya kasih sayang. Kasih sayang inilah manusia akan bertahan hidup dengan penuh kedamian dan kebahagiaan.
Kedamian dan kebagiaan tidak akan bertahan bila mana hilangnya rasa kasih sayang. Oleh sebab itu bagaimana untuk bisa eksis mempertahankan kebahgiaan ini.

Tak lain hanyalah kita harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa panda-pandai mensyukuri apa yang telah diberikan. Dengan bersyukur inilah kunci eksistensi  hubungan antara yang menerima dan yang memberi. Itulah hubungan manusia dan Tuhannya.

Begitu pula Hubungan antar manusia sedapat mungkin kita harus menjaganya dengan rasa saling memberi dan menerima serta mensyukurinya. Dengan adanya itu semua cinta pun akan tercipta menghiasi kehidupan manusia.

Jum'at, 6 Sept 2013; 7;30

Selasa, 03 September 2013

Hidup dalam masyarakat yang Gema Ripah Loh Jinawi

Foto by : Yazid
Manusia tentu tidak bisa hidup tanpa orang lain, yang dikenal dengan makhluk sosioal. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup disuatu komunitas dalam suatu tempat. Disanalah terdapat beberapa manusia yang hidup berkelompok yang saling kerjasama. Jadi disana ada yang namanya persatuan dan kesatuan yang dijalin sehingga akan adanya suatu keutuhan kehidupan komunitas yang saling membutuhkan.

Dalam sebuat masyarakat ada perbedaan-perbedaan, baik dari segi keberadaan manusia itu sendiri, latar belakangnya, watak dan karakteristiknya, ego dan emosionalnya. Begitu pula dalam hal kebutuhan ekonominya.

Dalam kehidupan masyarakat dibutuhkan salah satu pemimpin yang mampu mengelola atau mengatur aktifitas kehidupan komunitas dalam sebuah masyarakat. Dengan adanya pemimpin akan ada yang bertanggung jawab keberadaan dan eksistensi masyarakat itu sendiri.

Hidup di masyarakat tidak boleh hidup dengan seenaknya sendiri. Karena disana ada norma-norma yang berlaku. Norma ini bila dilanggar akan berdampak dan berakibat negatif bagi yang melanggar. Misal jika ada orang yang membuat olah yang dapat mengganggu ketentraman dan keamanan akan diberi sanksi, inilah yang namanya norma sosial.

Dengan adanya norma kehidupan masyarakat ak
an membentuk suatu ikatan dan jalinan yang nantinya akan menciptakan suatu keharmonisan. Meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda asalkan bersatu menjaga kedamian masyarakat itu akan utuh dan aman.

Untuk mempertahankan keutuhan diperlukannya etika dalam kehidupan. Saling menghormati, bahu membahu, peduli, tolerasni, menghargai, saling rasa memiliki. Dengan adanya itu semua keutuhan masyarakat akan terjaga.

Lebih lagi kehidupan masyarakat ada norma agama, dan norma agama ini dipahami dan dimengerti serta dilakukan dalam kehiduapan sehari-hari akan tercipta rasa kasih sayang antar sesama, kerukunan pun akan tercipta. Kalau sudah demikian, rahmat Tuhan akan selalu tercurahkan. Sehingga akan tercipta masyarakat yang baik, yang penuh barokah dan penuh kasih sayang dan ampunan Tuhan. Yang disebut dengan "Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur" Gema ripah loh jinawi, adil dan makmur.

Ditulis : Ahmad Yazid
Rabu, 4 September 2013

Senin, 02 September 2013

NIAT DAN SEMANGAT RAIH HARAPAN

Begitu banyak kesempatan tetapi jika tidak ada keniatan "non sen" kosong
hanya sia-sia waktu tersita tak ada guna tak ada makna

kemungkinan adalah dihinggapinya penyakit psikis yang sangat menghantui
apa itu? tak lain hanyalah rasa kemalasan yang selalu diutamakan
kalo sudah malas sudah segalanya tak digapai yang ada masa bodoh

masa saja gak bodoh kok
manusia kok malah yang bodoh

ya udahlah yang ada hanya menghabiskan waktu dengan hampa
waktu yang terbuang dengan begitu saja
pada hal setiap detik itu bernilai dan berharga

oleh karenanya bagaimana caranya meghilangkan penyakit satu ini
tiada lagi kita hanya mungsuhi dan kita lawan dengan motivasi

rencanakan kedepan, misal dua jam nanti apa yang kita lakukan dan apa hasilnya.
rencana sudah ada dalam pikiran, kemudian selanjutnya siapkan apa yang diperlukan
jika sudah siap berikutnya lakukan dengan langkah sesuai rencana di awal

lakukan dan memiliki pengharapan semua apa yang dilakukan akan menghasilkan.
dilaksanakan dengan penuh kesabaran. dan ingat kesabaran adalah kunci keberhasilan. Tidak ada orang dengan seketika jadi sebelum melakukan. semua butuh waku dan pelaksanaan inilah yang namanya proses.

berhasil tidaklah harus segala tuntas sekaligus, tetapi pelan tapi pasti ada bukti
walau masih butuh waktu. lanjutkan jika keadaan sudah memungkinkan. Lakukan dengan tenang dan dalam pikiran keberhasilan tinggal di depan. Raih kesuksesan sebagai  akhir tujuan.

Senin, 2 September 2013~11;20

Kamis, 29 Agustus 2013

DIAM MEMBAWA KESELAMATAN

Google
Dam itu tanpa bicara sedikitpun. Mengapa harus diam, tidakboleh bicara.
mengapa tidak boleh bicara. Karena jika bicara akan mempengaruhi diri kita dan orang lain.

Mempengaruhi apa?
bisa jadi yang kita bicarakan mengandung hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.
Bicara yang baik tidak jadi mengapa, tetapi bicara yang mengandung dosa itulah yang tidak baik.

Makanya bila tidak bisa bicara yang baik diam saja. Tetapi bila bicara ada manfaat yang baik bicaralah dengan tutur kata yang baik.

Pengaruhilah sekitar dengan bicara yang baik. Karena dengan bicara yang baik akan membawa kebaikan bersama dan mendapat pahala yang mengalir.

Tetapi jika tidak bisa bicara yang baik diamlah. Jangan memaksa bicara yang tidak baik atau bicara yang buruk, baik buruk dipandangan kita dan buruk dipandanga orang lain.

Omongan kita memberikan cermin hati kita. Wajah dan fisik kita adalah nomer sekian tapi bicara kita adalah yang nomer wakhid, dihadapan orang lain. Orang lain akan menilai bicara kita.

Walau kita tidak mengikan orang lain untuk menilai secara otomatis omongan kita disimak oleh orang. Sebab itu hati-hati bila bicara dengan orang.

Omongan yang buruk tentu mengandung mudhorot baik untuk orang lain lebih-lebih untuk diri kita sendiri. Orang yang bicara buruk akan menjerumuskan diri kita sendiri bahkan orang lain.

Mengapa demikian?
Boleh jadi apa yang kita bicara mengadung hal yang tidak sesuai dengan orang lain. Artinya mungkin mengandung cemoohan, menjelekkan, menggunjing, bisa juga menfitnah, memaki, buruk sangka, menjinggung persaaan dan sebagainya.

Kalau sudah demikian dosa pun tiada terasa akan menyelimuti diri seseorang yang suka bicara yang buruk. Makanya berfikir dahulu sebelum berbicara. Kontrol omongan kita.

Tidak ada buruknya jika kita ngomong dihadapan orang lain sebelumnya kita pikirkan terlebih dahulu. Agar nantinya apa yang kita bicara akan membawa keselamatan untuk diri kita dan orang lain.

Dengan demikian akan terhidarlah rasa permusuhan walau pun hati sekecil kerikil. Dan akan tercipta kedamain, rasa kesatuan dan persatuan, bekerjasama satu dengan yang lainya.

Terbentuk rasa persaudaraan antar umat dan sesama. inilah diam yang dicintai oleh Rasulullah saw. diam lebih baik dari pada bicara banyak tanpa manfaat dan sia-sia.

Jum'at, 30 Agt 2013
Pagi yang indah dan cerah.
Ahmad Yazid~

Minggu, 18 Agustus 2013

Mahabah Cinta

cinta itu tak akan habis-habisnya dibincangkan orang
tak akan ada finisnya selama masih ada manusia didunia ini
cinta itu "menyasikkan" walau penuh dengan kesedihan, suka cita, dan kebahgiaan

maka pelajarilah cinta...
baik berawal dari senang sampai kepedihan
ambil pelajran dari orang lain
untuk bercermin
atau pelajarilah sendiri untuk pengalaman hidup didunia ini

ingat hidup di dunia ini hanyalah sekali saja
sekali saja hidup di dunia ini tidak ada ulangan atau di putar kembali

maka memohon kepada Tuhan untuk
diberi jalan ke jalan yang selalu diridhoi

cinta itu suci murni dari Ilahi..
kita tidak dapat menghilangkan dari satu kata ini
inilah kata kunci hidup manusia didunia

tanpa cinta manusia tidak bisa saling menerima dan memberi
cinta merupakan bukti adanya hamba dan Ilahi

Senin, 19 Agustus 2013, 12;56
Refleksi : sendiri sunyi suara alam yang menemani
ahmad Yazid Muarrif~

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kebebasan menuju kesengsaraan

Bebas itu ya bebas.. bebas bagaimana ? bebas sebebas-bebasnya. Itulah keinginan mungkin setiap manusia. Akan tetapi keinginan bebas itu sendiri jika tidak dikendalikan malah akan berdampak negatif barangkali salah satu sisinya. Kemungkinan bisa juga ada dampak positifnya.
Hidup ini adalah ya hidup. Hidup merupakan hak asasi manusia sejak dilahirkannya di dunia. Jika hidup ini dibiarkan saja hidup apa dampaknya. Hidup tanpa arah dan tujuan ya.. apalah arti hidup itu. Mending tidak usah hidup jika tidak ada arah dan tujuan. Ibarat seperti orang gila ia bigung mau kemana tujuannta apa mereka tidak tahu, asal jalan sana jalan sini asalkan jalan saja tanpa tujuan pasti. Nah inilah hidup tanpa arah dan tujuan.
Kita hidup di dunia ini tentu saja tidak mau seperti orang gila tadi, akan tetapi sebagai manusia normal kita memiliki arah dan tujuan hidup yang pasti. Akan tetapi bagaimana cara hidup itu bermakna. Tentu saja kita harus menggali potensi dan kemampuan yang ada pada manusia itu sendiri. Potensi yang dimiliki manusia itu adalah manusia memiliki akal, memiliki hati dan perasaan, memiliki nurani, keinginan, kehendak dan bertindak.

Kepemilikan akal, persaan, hati nurani inilah untuk berfikir dan mengolah bagaimana seharusnya hidup ini. Bukankah hidup manusia saat dilahirkan didunia ini langsung mendapat kebebasan? Ya mungkin saja iya…
Cobalah lihat manusia ketika dilahirkan dari perut atau rahim ibunya ia bebas untuk menghirup udara, ia bebas bergerak. Kebebasan inilah kebebasan tak terhingga karena hak asasi manusia untuk dimiliki. Tetapi apakah begitu terus selamanya tanpa mengetahui atau masa bodo?.  
Manusia adalah makhluk dinamis yang selalu berubah. Perubahan ini bisa membentuk kepribadian diri. Dari perubahan-perubahan manusia akan menggali potensinya dari kehidupan ini. Mencari apa sebenarnya hidup ini.
Kita dilahirkan dari bapak ibu kita atau katakanlah dari kedua orang tua kita. Dari kedua orang tua inilah yang memberikan kesan kepada kita. Akan memebrikan coretan kehidupan kita. Dan ini tergantung kepada orang tua yang mengasuhnya.
Marilah kita berfikir jika kita sebagai manusia buta akan pemberian hidup tanpa memikirkan yang memberikan hidup sama halnya dengan tanpa Tuhan. Semula manusia itu bingung kok bisa kita hidup didunia, siapa yang memberi semua ini. Kita bisa bernafas, bisa berjalan, dan yang lebih besar adalah diberikannya alam semesta dan jagat raya ini untuk kehiduapan manusia.
Apakah manusia itu tidak berfikir? Bahkan Nabi Musa saja penasaran siapakah yang membuat alam ini, bahkan Ia selalu mencari-cari siapa yang memberikan alam ini sehingga manusia bisa berpijak di alam ini

Betapa kayanya manusia ini telah diberikan benda berat yang sangat berat yang berupa bola, bola bumi kita yang sebagai pijakan. Bukankah ini milik manusia untuk dikelola dengan baik dan hanya untuk kemakmuran manusia itu sendiri.

Betapa adailnya Tuhan dan betapa hebatnya Tuhan. Dia telah membuat jagat raya ini untuk makhlukNya. Ia buat segala macam makhluk untuk menghuni alam ini. Dan tak terkecuali semua hidup dan makan dari isi bumi ini.

Cobalah renungkan sejak dibuatnya bumi langit dan seisinya sampai sekarang tidak habis padahal sudah bermilyar-milyar tahun. Regenerasi silih berganti. Tetapi Tuhan tidak pernah berganti.
Awal mula manusia yang paling penasaran di dunia ini adalah Nabi Musa, Ia mencari Tuhan yang membuat jagat raya ini. Ia selalu mengikuti perubahan-perubahan alam dan fenomena-fenomena alam hanya untuk membuktikan siapakah yang membuat bumi ini.

Heran dan penasaran hati dan pikiran Nabi Musa setiap detik setiap waktu Ia menyimak alam dan menunjuk fenomena alam apakah Dia Sang Pencipta alam ini. Setiap kali setiap hari dan bahkan berbulan-bulan hingga 

tahun demi tahun Ia memikirkanya.
Bahkan Nabi musa mencaoba ingin melihat langsung melihat Tuhan dengan cara membuat tempat yang lebih tinggi yang sekarang ini masih ada sebagai peninggalan yang ada di Negara Mesir yaitu dengan Piramida yang Ia buat dengan anak buahnya.

Yang lebih lagi Nabi Sulaiman mencoba menantang Tuhan untuk mencoba menjamin untuk memberikan makanan semua hewan yang ada dilaut. Ia sungguh-sungguh untuk meberikan makanan yang telah disediakan bersama anak buahnya. Dengan rasa tenang makanan dikumpulkan bersama anak buahnya di suatu lapangan luas untuk menyiapkan bahan makanan yang akan diberikan.

Saat itu pikiran Nabi  merasa mampu karena ia paling kaya di dunia. Tetapi apa yang terjadi hanya dengan hitungan detik semua makan yang telah disediakan selapangan langsung habis seketika dilalap oleh ikan besar. Pikran Nabi menciut seciut jalan yang tidak bisa lagi dilewati bahkan semut pun tidak bisa lewat.
Akirnya mengakui bahwa Tuhan adalah Masa Kuasa dan Maha Besar yang mampu menjamin kehidupan semua makhluknya. Tanpa kecuali.

Kembali kepada “kebebasan” ternyata kebebasan tidak bisa memberikan jalan yang teran tetapi hanya memberikan kesengsaraan karena kebanyakan mereka salah jalan. Itulah akhirnya kesesatan yang ada.
Tidak bisa manusia bebas semaunya. Kalau pun bebas sebebas-bebasya ia akan menemukan jalan kesesatan  dan menemukan jalan yang buntu dan akan menemukan pintu kesengsaraan.

Agar manusia tidak bebas seperti hewan manusia diberikan seorang utusan dari Tuhan untuk memberikan pencerahan jalan kehidupan yaitu seorang Nabi dan Rasul. Agar tahu jalan yang terang yang akan dilalui dan yang akan dijalankan.

Tidak hanya itu, Tuhan pun masih memberikan ajaran melalui kitab-kitabnya yang diberikan untuk mengajak manusia ke dalam jalan yang terang.

Cobalah renungkan bila manusia di bebaskan hidup bebas tanpa batas banyak orang yang gila dengan keduniaan sehingga hidup tak karuan. Hidupnya tanpa manfaat dan kebaikan. Akhirnya sengsara yang ia terima dan hadapi sendiri.
Ahad, 18 Agustus 2013.
Jam  : 1.17  
~Ahmad Yazid Muarrif, S.Pd.I~

Kamis, 08 Agustus 2013

Hati-hati dimulut ada dosa

Tak ada orang didunia ini yang tak pernah salah dan tak pernah berbuat dosa. Jika dilihat dan kita fikirkan semua perangai yang dilakukan manusia itu penuh dosa. Bisa dikatakan dini dosa, di sana dosa, begini dosa, begitu dosa, dimana-mana dosa. Lihat saja omongin orang kalo tidak hati-hati mengandung dosa, karena membicarakan orang lain sementara jika kalau terdengar orangnya tidak senang bahkan marah, nah ini yang dinamakan istilah jawa “Ngrasani” atau menggunjing. Perbuatan ini sangat dilarang oleh ajaran agama. Awal dari dosa ini adalah hanya karena satu dari anggota tubuh manusia yaitu mulut.

Hanya gara-gara mulut inilah dosa melumuri diri seseorang tanpa dikira dan terasa. Pada hal jika dilihat semua apa yang dikatakan mengandung dosa. Seperti menyingung perasaan, menyakitkan hati, menfitnah, berbohong, berkata kotor, buruk sangka, jorok, latah, memaki, mengejek, sombong, dan sebagainya.
Dasarnya apa sich kok bisa dikatakan dosa? Masak hanya gitu aja dosa, dosa, dosa. Emangnya yang tidak dosa apa?

Nah makanya banyak-banyak membaca buku-buku agama, mendengarkan pengajian, mau menerma hasihat, mau mengaji menghadiri pengajian majlis ta’lim atau majlis ilmu. Bergaul dengan teman-teman yang sholeh yang baik perangainya atau perilakunya dan akhlaknya.
Terus mau tahu nich… dasarnya apa atau dalilnya mana ?

Baiklah mari kita perhatikan dan baca baik-baik :
1.      "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 12)

2.  
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.  (Al-Israk 36)

3.      Dari Abu Hurairah, Rasul Shallallahu 'Alaihi wassalam bersabda : ''Barang siapa beriman kepada ALLAH dan hari Akhir, berbicaralah yang baik-baik, kalau tidak mampu, maka diamlah saja.'' (HR. Bukhari-Muslim)


4.      Dari Ibnu Umar, Rasul Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: ''Kalian jangan memperbanyak omongan selain omongan yang mengandung dzikrullah, sebab hal itu mengakibatkan kerasnya hati, dan manusia yang paling jauh dari rahmat ALLAH adalah yang keras hatinya.'' (HR. Turmudzi).

Nah inlah dasar Al_qur’an dan Haditsnya. Semoga kita dijauhkan dari perangai tersebut, sehingga kita terhitung orang-orang yang beruntung dan mari kita bertaubat serta perbanyak meminta maaf kepadaNya. 

Jum’at, 9 Agustus 2013.
Jam : 11:38 WIB
Ahmad Yazid 

Sabtu, 03 Agustus 2013

Kosong vs kosong

Kosong-kosong emang sepak bola? bisa iya bisa tidak. Apa ini.. mau tahu ? boleh.. kosong-kosong 2 kata ini sering di ucapakan orang jawa terutama di kampungku terutama lagi bagi anak muda dan teman akrap, saking enaknya mengucpkan itu, dari pada mengucapkan mohon maaf lahir batin, ribet kayaknya alias kelamaan. Yang penting 2 kata ini sudah dimaknai dengan saling memaafkan. Boleh nggak ya seperti itu… boleh kataku asal hati kita yakin dan saling percaya.. Karena sudah jadi budaya enjoy aja dilakukan.
Detik demi detik, menit demi menit hingga akhirnya tak terasa kita sudah dipenghujung akhir Ramadhan 1434 H. Tapi sudahkan kita melaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk 10 hari terakhir ini. Atau malah sibuk shoping-shoping persiapan lebaran. Bolehlahh… cari-cari baju atau perlengkapan lebaran lainnya. Atau ada juga cari makanan, tukar uang receh di sepanjang jalan Gedung Putih Jogja disana banyak sekali jasa tukar uang receh untuk persiapan lebaran nanti, sebagai tanda kasih sayang kepada anak-anaknya tercinta.
Ngucapin sekalian saja ma.. teman-teman bloger… n para pembaca budiman…

Selamat Idul Fitri 1434 H. Mohon maaf lahir batin….

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates