Minggu, 15 September 2013

Paksa hidup dalam mencari jalan Ilahi

Google
Sore yang cerah semoga sore ini penuh berkah. Marilah kita berfikir bersama luangkan waktu sejenak saja tidak lama kok. Bahwa kita hidup didunia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa tidaklah sia-sia. Coba hitunglah berapa udara yang kita hirup, berapa lama kita bernafas, berapa rezeki yang diberi, berapa nikmat yag kita nikmati. Tidak bisa kan..?! terus kita dengan enaknya menggunakan tubuh ini dengan sia-sia? sementara kita ini diwajibkan untuk menjalankan perintahNya, bukankah kita ini hambanya. Pada hal yang namanya hamba hanya manut kepada Tuhannya. Seperti kita ini hanya mentaati perintahNya.

Walaupun dengan terpaksa selama itu baik untuk diri dan orang lain serta untuk Tuhannya, Tuhan selalu melihatnya mana hamba-hambanya yang sungguh-sungguh untuk menjalankan perintahNya. Ingat bahwa dengan keterpaksaan inilah Tuhan memperhatikan bahkan memberikan balasan dua yang ia usahakan. apa itu .. satu niat mau memaksa diri untuk melakukan perintahNya... dua perbuatan yang ia lakukan dengan susah payah dengan berkeyakinan semua akan diberikan balasan dariNya berupa ridho dan RahmatNya.

jangan memikirkan ikhlas dulu pikirkanlah dengan keterpaksaan itu, dengan keterpaksan ini walaupun sedikit lama-lama akan terasa tidak sulit, dan ikhlas pun akan mengikut, biasakan dan paksakan dengan dasar kita ini hanyalah hamba Tuhan yang sangat kecil yang tak mampu apa-apa kecuali dengan ijinnya. Dan ingatlah bahwa kewajiban kita adalah mengagungkanNya dan melaksanakan segala hal yang diperintahNya. Tidak lain hanyalah untuk selalu beribadah kepadaNya.

Kapan lagi kita bisa melakukannya tanpa ada paksaan yang ada, nunggu kalau sudah punya rumah megah, punya mobil mewah, punya uang yang berlimpah, punya suami atau istri yang berwajah tampa dan mempesonah, menunggu kalau sudah nikah, nunggu kalau sudah memiliki jabatan yang tinggi yang berwibawah, nanti kalau udah berhasil impiannya. Atau nanti kalau sudah bosan dengan duniawiyah..nya, Ya Allah ribet banget.. keburu ditinggal waktu, usia usang ditelan kenangan tiada guna dan bermakna padahal Tuhan selalu mencatatnya.

Ya.. terserahlah kita instruspeksi diri kita sendiri. Tetapi Tuhan Maha Tahu siapa yang selalu taat kepadaNya akan diberikah keberkahan dalam hidupnya. Keberkahan adalah suatu kebaikan yang diberikan Tuhan kepada hambanya yang senantiasa Taat menjalankan perintahNya.

Keberkahan ini bisa berupa keindahan suasana rumah yang senantiasa menyejukkan hati dan jiwa, hidup berdampingan saling kasih sayang, hidup saling mendorong untuk kepentingan bersama, harta benda yang dapat digunakan untuk kebaikan bersama baik diri maupun orang lain, diberikan kesehatan yang tiada tara dan tak terhingga, dimudahkan menggapai cita-cita dan impiannya, terlaksana hanjatnya, dikabulkan doanya, ada rezeki datang tanpa disangka-sangka, terpenuhinya kebutuhan hidupnya, meski kecil tapi kaya hatinya, dijauhkan dari balak dan bencana, dijauhkan penyakit yang sukar jalan keluanya, diberikan solusi jika menemui jalan buntu berliku dan mendaki, jauh dari segala fitnah.

Indah dalam hidupnya dan harmonis dalam keluarganya.

Hidupnya tanpa ada masalah yang meresahkan, menggelisahkan, menyusahkan, menyedihkan, merugikan, menggalaukan, timbul amarah, iri dengki, hasut, dan fitnah. Inilah keberkahan yang diberikan dan yang dirasakan para hambaNya. Walaupun ada masalah dapat diatasi atas ijin Tuhan semua dapat terselesaikan dengan mudah.

Marilah kita paksakan dalam menjalakan kebaikan, Tuhan akan memberikan jalan dan kemudahan karena Tuhan memperhatikan kepada siapa saja yang Dia inginkan. Asalkan kita semua memiliki bekal iman dan ketaqwaan kepada Tuhan. ~

Karena dengan Iman dan ketaqwaan itulah bekal keselamatan. Semoga kita diberikan kemudahan untuk menjalankan dalam kehidupan.

Sore hari
Ahad, 15 September 2013, 16;46
Ahmad Yazid Muarrif
"Paksakan hidup dalam mencari rahmat Ilahi"

Kamis, 12 September 2013

Mencari ketenangan hati

Ilustrasi : Google
Menciptakan suasana hati yang tenang. Semua orang tentu saja pingin hidup tenang dan tentram. Tapi kadang tidak semudah yang kita bayangkan. Tenang disini tidak memiliki persoalan yang dirasa memberatkan hati dan pikiran. Merugikan dirinya sendiri dan orang lain. 

orang yang tenang hatinya tidak memiliki beban suatu kesalahan sehingga tidak menghalangi aktifitas batiniah yang berhubungan dengan Ilahiyah. Kalau sudah tenang batiniyah, apapun yang dilakukan semua akan merasa senang, tenang, tentram, hanya tertuju kepada Tuhan.

Mengapa harus Tuhan? tahukah karena yang memberikan ketenangan, kedamian, ketentraman Tuhanlah yang memberikan.  Oleh karenanya dekat-dekatlah kita selalu kepada Tuhan dengan cara kita memperhatikan segala apa yang dianjurkan. Lalu kerjakan sekuat tenaga dan pikiran.

Tidak semua orang dapat mendekat dengan Tuhan, karena banyak hal yang dapat menghalangi untuk melakukan berhubungan dengan Tuhan. Mungkin saja banyak kesalahan dan dosa yang dilakukan sehingga merasa sungkan karena diliputi rasa ketakutan.

Banyak orang mencari solusi apa kunci ketenangan hati. kesana kemari mencari cara untuk memudarkan kegundahan dan kegalauan yang sedang dijalani hanya untuk mendapatkan pencerahan hati.

cobalah dengan sabar dan jangan pakai emosi yang tak akan dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi. Mungkin ini salah satu kunci yang bisa dilakukan untuk bisa memberikan ketenangan, yaitu mengakui segala kesalahan dan dosa yang dilakukan, dekat dan sujud untuk memohon ampunan kepada Tuhan dan mengharapkan dengan penuh rasa kerendahan hati untuk dapat rahmat dan ridho Ilahi.

Namanya manusia tempat salah dan dosa, tak ada orang yang bersih dari salah dan dosa kecuali selalu mendekatkan diri pada Ilahi dan didasari iman dan taqwa dalam diri  serta dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tak mudah memang tetapi apapun beratnya haruslah dilakukan. Lakukan dengan cara membiasakan dan janganlah bosan.

Sebagai orang yang beriman tak pernah bosan dan putus asa, karena ia yakin segala sesuatu yang baik ada balasan yang diterima baik di dunia maupun diakhiratnya. Tuhan telah berfirman dalam Kitabnya: "Barangsiapa yang melakukan kebaikan sekecil biji sawi pun ia akan mengetahui dan merasakan apa yang telah ia dikerjakan" Q.S. Al-Zalzalah.

Semangat hidup haruslah dicari untuk mengarahkan jalan lurus yang diridhoi Ilahi sepanjang hidup hingga nanti manghadap Ilahi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menghindarkan penyakit hati. 

Tahukah menyakit hati itu ?
Takabur dan menyombongkan diri, iri dengki, hasut, menyakiti hati, berbangga dan arogansi, mengadu domba, dendam, keras kepala dan keras hati, khianat, tidak berbakti kepada orang tua yang masih hidup dan yang telah mati. Berprasangka buruk dan pikiran negatif, menggunjing orang yang tidak positif. 

Mari kita hindari penyakit hati ini karena akan selamat mendapat kasih sayang Ilahi dan mendapatkan ketenangan hati yang hakiki. ~



Jum'at, 13 September 2013
Penulis : Ahmad Yazid Muarrif
Tema : Mencari ketenangan hati
"Tuhan tidak akan merubah nasip seseorang kecuali mereka sendirilah yang merubahnya"

Selasa, 10 September 2013

Siapa bilang.. setiap orang tidak dapat menikmati rezeki

By Google
Rezeki !?
apa itu rezeki ? apa bentuknya dan apa macemnya?
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa rezeki itu perolehan kenikmatan yang setiap orang tidak dapat mendapatkan. seperti mendapatkan uang yang banyak, harta yang banyak, memiliki harta benda yang serba ada. itulah anggapan mereka tentang rezeki.

Apa iya sich
Sebanarnya rezeki itu segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang untuk kepentingan kelangsungan hidup manusia didunia ini. Ya itulah datangnya hanya dari Ilahi. Contoh kecil sajalah kita dapat menghirup udara adalah rezeki , kita dapat melihat adalah rezeki, bisa makan, minum, mendengar, berjalan bahkan bisa tidur pun adalah rezeki. Jadi segala sesuatu yang dapat kita nikmati dengan senang hati inilah yang namanya rezeki yang tentu saja datang dari Illahi.

Bisa menikmati secangkir kopi juga rezeki bagi pecinta kopi, apa lagi kopinya kopi Lampung nikmat sekali katanya... memang betul kali. Jadi janganlah beranggapan bahwa rezeki itu cuma harta benda atau materi saja yang kita peroleh yang datangnya tiba-tiba dan tanpa disangka, ataupun yang kita lakukan dengan berusaha kerja keras.

Jika kita mau memahami,  rezeki paling besar adalah kesehatan, sehat jasmani dan rohani. Dengan sehat jasmani dan rohani kita bisa melakukan apa saja kita ingini. Tapi ingat lakukan hal-hal yang positif yang mengandung pahala dan manfaat bagi diri dan orang lain.

Betapa senangnya hidup ini penuh rezeki yang kadang kita tidak pernah terlintas dalam benak yang mengganggapnya bukan rezeki. Pada hal Tuhan telah memberikan fasilitas yang sangat besar tidak dapat terhitung dengan mesin hitung berapa banyak nikmat yang kita terima dariNya.

Jangan dikira bahwa bisa menghirup udara itu bukan rezeki, itulah sebenarnya rezeki paling luar biasa dari rezeki-rezeki yang lain yang bisa kita nikmati tiada henti kecuali mati alias tidak dapat bernafas lagi. Harta materi bukanlah satu-satunya yang kita cari sabagai tujuan hidup di dunia ini. Tetapi cari rezeki yang dapat melindungi jiwa yang hakiki yang akan menemani di alam kubur dan akhirat nanti.

Oleh karena itu kita selalu instruspeksi diri sudahkah kita bisa mensyukuri atas rezeki dan nikmat yang telah diberi oleh Sang Maha pemberi Rezeki. Sekecil apapun yang kita terima yang sekiranya bisa dimanfaatkan dalam hidup kita wajib mensyukuri. Sebagai bukti mensyukuri kita senantiasa taqwakal kepada Ilahi.

Tidak mudah memang untuk mentaati tetapi kita senantiasa berdoa dan berusaha supaya diberikan kemudahan dalam berserah diri dan beribadah kepada Ilahi, sebagai bukti rasa syukur kita atas menikmati rezeki.

Rabu, 11 September 2013; 12;00
"Sebaik-baik orang adalah yang mau menrima kritik dan saran yang membangun demi kebaikan masa yang akan datang"
Ahmad Yazid M~

Senin, 09 September 2013

Refleksi alam yang patut kita fikirkan

Foto by : Yazid~
Pagi yang dingin.. kali ini dinginnya nemen (banget), tidak seperti biasanya tanpa makai selimut,  kali ini makai slimut yang tebal. Dingin pada pagi hari yang seperti ini biasanya di awal-awal bulan ketika bulan mulai muncul dari sebelah barat atau hilal sudah terlihat kasat mata dengan berbentuk bulan sabit.

cobalah lihat di atas luar sana saat malam hari kita akan melihat bulan sabit yang indah dipandangan mata yang dihiasi gemerlapnya bintang-bintang. Hebat, kok bulannya tidak jatuh ya... (gandul) dan tanpa ada penyangga, begitu pula bintang-bintangnya. Kalau jatuh akan ku ambil ku bawa pulang ku kasihkan emak.. hemm

Seiring waktu berjalan pelan-pelan bulan ini akan terlihat penuh sampai nanti tanggal 14-16 akan terjadi bulan purnama. Saat bulan purnama dan selanjutnya dingin mulai mereda tidak seperti pada awal-awal bulan yang masih berbentuk sabit. Itulah reputasi atau perputaran hukum alam yang pernah aku simak tiap bulan selama 2-3 bulan aku rasakan. Ketika itu saat aku menjalankan tugas di daerah pegunungan. Di gunung kidul perbatasan Klaten. Dan sampai sekarang pun ternyata reputasi itu masih sama yang aku rasakan.

Ya itulah hukum alam yang kita sendiri tidak bisa mengendalikan karena di atas batas kemampuan manusia.  Manusia hanya bisa menerima dan merespon perubahan alam yang telah ditentukan Tuhan.

Fenomena hukum alam seperti ini akan terus berputar sampai waktu yang tidak bisa kita tentukan. Ini semua membuktikan betapa besarnya keagungan Tuhan. Sementara manusia kadang-kadang tanpa berfikir sejauh itu hingga mereka merasa paling hebat, paling sempurna. Pada hal jika mau keluar dan berfikir untuk memikirkan alam diluar sana masih jauh dari hebat dan kesempurnaan.

Apalah daya manusia yang hanya diciptakan dari setetes air mani yang dipancarkan dan atas ijin Tuhan Yanga Maha Kuasa jadi makhluk seperti kita-kita ini yang sangat lemah tanpa memiliki bekal apa pun untuk menjalani hidup di dunia ini, kecuali karena Rahmat dan karunia Tuhanlah manusia mampu berkembang karena Tuhan telah memberikan akal dan fikiran yang ditumbuhkan atas kendali Tuhan pula. Dan hanyalah orang-orang berakal sajalah yang mau berfikir atas kebesaran Tuhan.

Yap.. itulah renungan pagi ini semoga menggugah hati kita untuk tidak membanggakan diri dan merasa hebat, besar, serta menyombongkan diri. Tidaklah pantas manusia menyombongkan diri, yang pantas sombong hanyalah Tuhan. Karena Dialah yang membuat jagat alam raya dan semua makhluk di dunia ini, sementara manusia tidak bisa membuat apa-apa, kecuali atas ijin dan kehendakNya.

Selasa, 10 September 2013; 6;54
Penulis : Ahmad Yazid Muarrif
Tema : Sebuah refleksi alam~

Jadi pemimpin itu sesuatu...

Akhirnya selesai juga acara rapat RT 5 warga Munggur. Begitulah perjalanan waktu yang kita lalui, tiada terasa waktu telah berlalu. Ternyata jadi pemimpin itu harus bijaksana dapat memutuskan apa yang jadi kebijaksanaan. Walaupun sebenarnya banyak perbedaan pikiran. 

Nyatanya ada yang memberikan masukan dan usulan dengan kata-kata yang kalau di simak pendapatnya kaku dan langsung memberi fonis tegas dan pedas. Jika kita terima rasanya kok sesuatu.... 

Itulah menghadapi banyak orang, penuh warna, ada yang biasa, ada yang keras, ada yang terlalu tegas, ada yang berapi-api (mau bakar jagung sajake), ada yang diam, ada yang bigung, dan ada juga yang idem (manut-manut wae koyo liyane). 

Demikianlah gambaran hidup dilingkungan saling berdampingan walau meski banyak perbedaan baik pola hidupnya dan pikirannya. 

Pemimpin !
apa sih pemimpin itu ? gimana rasanya jadi pemimpin? enak kayaknya..
menurut kamu enak.. coba kalau kamu yang jadi pemimpin, insyallah kamu bisa !
Pemimpin adalah salah seorang yang ditunjuk secara bersama dalam suatu forum untuk dijadikan orang yang pertama. Kalau seperti ini kayaknya menakutkan jadi takut menghadapi banyak orang. Takut salah takut keliru yang jelas tangungjawabnya besar. 

Begitulah seorang pemimpin harus siap menjalankan amanah yang diberikan. Memang besar resiko yang ditangungnya tetapi besar pula rahmat yang diberikan Tuhan untuknya, jikalau Tuhan mengijinkannya wong kita sendiri tidak tahu. Yang penting jalankan semampunya sekuatnya dengan dasar keikhlasan dan keyakinan bahwa semua itu ada hikmah yang diperolehnya. 

Entah apa yang didapat Tuhan yang lebih tahu. Yang jelas setiap orang tidak mudah untuk dipilih jadi pemimpin, pokoknya tidak mau aku sendiri pun sebenarnya tidak mau. Aku mencoba ku beranikan diri untuk menjalani semua ini atas keputusan bersama , karena dorongan dari dalam diri dan bersandarkan pada Illahi.

Kujalani apa adanya, jika ada baiknya itu hanyalah semata dari Allaah SWT dan jika ada buruk dan kekurangannya semata dari pribadi aku yang masih jauh dari indahnya kesempurnaan. 

Dan yang berat lagi bagi ku semua dimintai pertangungjawaban atas kepemimpinanku ini. Yang jelas aku selalu berdoa untuk memanjatkan semoga diberikan kemudahan dan kelancaran serta dalam bimbingan Sang Maha Kuasa. 

Selasa, 10 September 2013; 00;31

Minggu, 08 September 2013

Munajat malam

Ilustrasi by google
Terbenam sang surya meninggalkan alam
di ufuk barat aku memandang
gelap mulai datang menyelimuti alam
suara alam terdengar ditelinga tuk menemani kesendirian

nikmati keheningan malam
dengan melukiskan indahnya tulisan
yang aku coretkan melalui akal dan pikiran
untuk menggapai keinginan yang aku harapkan

sunyi senyap dengan dinginnya malam
aku berteman dengan mu walau kau menusuk badan
walau demikian aku memanjatkan kepada Tuhan
semoga impian dan harapan Tuhan memberikan dan mengijinkan

walau sebenarnya diri ini hanyalah seorang hamba yang hampa
tak memiliki daya dan upaya untuk menggapai cita
tetapi hanya dengan Mu-lah aku memohon dan mengharap pertolongan
untuk esok dan masa depan yang mulia dan menggapai cita-cita yang ku dambakan

hanya keridhoanMu
yang aku pinta untuk mewujudkan cita-citaku
indah dalam hati, mulia dalam tingkah lakuku
tunjukkan jalan dalam rahmat Mu akan ku raih cita dan harapan ku.

aku mohon ampunilah segala dosaku
baik yang tersembunyi dalam benak dan dadaku
pasrah dalam ibadah, teguhkan iman dan taqwaku
ku panjatkan semua doaku terimalah dengan kasih sayangMu

Edisi : Munajat malam dalam kesendirian
Ahad, 9 Sept 2013, 23;31
Yazid Muarrif~

Sabtu, 07 September 2013

Saling memberikan yang terbaik

Google
Kewajiban manusia dan manusia lainya adalah saling memberikan nasihat yang baik. Nasihat yang baik merupakan salah satu nilai positif yang akan memberikan efek dalam  hidup seseorang.

Orang yang saling memberikan nasihat itu orang yang beruntung. Untungnya apa ?
emang ada untung dan ada baiknya? mending biarkan saja mereka, mereka dah punya  pikiran ngapain repot-repot kita memberikan nasihat.

Toh mereka juga sudah tahu wong hidup mereka ya hidupnya mereka sendiri. Ya jangan bersikap seperti itu kalau dia saudara kita mengapa kita tidak memberikan yang terbaik kepadanya.

Memang kita senang jika saudara kita sendiri sahabat kita sendiri lupa dan terlena dalam egonya sendiri hingga menimbulkan kerugian pada dirinya. Bukankah kita hidup itu saling memberikan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan orang lain. Apa salahnya...

Berarti kita menyelematkan sahabat kita...
Ingat pesan : Manusia itu sesungguhnya dalam keadaan merugi kecuali, orang-orang beriman dan beramal sholeh dan saling memberikan nasihat yang baik dan kesabaran. Q.S. Al-Asr : 3.

Terimalah nasihat selama nasehat itu bermanfaat. Jangan rendah diri dan jangan menujukkan kita orang yang paling hebat, hingga tidak mau menerima nasehat. Kita lakukan dengan senang hati jadikan orang lain teman dan sahabat sejati.

Indah hidup ini jika diliputi saling memahami, mengerti, saling menghormati dan saling mengisi kekurangan yang kita miliki. Bau membau satu dengan yang lainya untuk mencari Ridho Ilahi. ~

Pagi yang indah, Ahad 8 Sept 2013;6:41
Yazid~ Ingin ku buat kenangan 1,2 tahun yang akan datang.
Ku persembahkan buat anak2ku : Fahriza Fatih Azzaky dan Jihan Amalina Nazihah

Hidup adalah cara (Life is way)

Foto by Google
Semua orang hidup didunia tak lepas dari "cara". jadi cara itu selalu menyertai dalam hidupnya. Coba lihat mulai dari tidur sampai mau tidur lagi memerlukan cara. Jadi "cara" ini adalah melekat dalam kehidupan manusia.

Mau mandi mengunakan cara, bagaimana cara mandi yang baik, bagaimana cara sikat gigi yang tepat, bagaimana memakai baju yang sesuai, bagaimana memilih makanan yang tepat dan baik lagi halal. bagaimana cara bergaul dengan baik antar sesama.

Kadang kita tidak terpikirkan dan tak terlintas dari benak kita bahwa hidup ini tak lekang dari cara. Dengan cara inilah manusia bisa dan mampu mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Cara ini bisa dibaratkan udara yang selalu kita hirup untuk bernafas. Begitu pula cara, manusia tanpa cara ia tidak akan bisa apa-apa. cobalah kita renungkan sejenak makan tanpa cara berakibat sakit bisa-bisa (keselek) sehingga tenggorakan kita sakit. Begitupun minum juga pakai cara, bagaimana minum yang baik sesuai aturan kesehatan. Pingin jadi orang baik juga pakai cara, bagaimana orang seharusnya hidup dengan tenang tentram, damai, rukun itu pun tak lepas dari cara.

Orang ingin pandai juga dengan cara, bagaimana cara jadi orang pandai, jadi orang sukses, bagaimana cara jadi orang sukses. Dengan cara manusia akan merasakan bahagia karena tahu bagaimana cara hidup bahagia.

Pingin jadi penulis juga menggunakan cara, bagaimana cara menulis baik dan benar dan sebagainya. Selain dengan cara kita harus berusaha  melakukan dan menerapkannya. Agar bisa dinikmati hasil karyanya. Nah betulkan..

Oleh sebab itu manusia dituntut untuk mancari jalan "cara" bagaimana seharusnya manusia hidup di dunia. Dengan cara ini manusia akan selamat dan bahagia.

Ibarat rezeki, sering kali orang mengatakan rezeki itu identik dengan harta, kekayaan, jabatan, kedudukan, memiliki uang banyak, mendapatkan harta yang melimpah. Pada hal yang namanya rezeki adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan. Misal udara yang setiap saat kita hirup ini adalah rezeki. Kita tidak bisa membuat sendiri melainkan pemberian Tuhan inilah yang namanya rezeki.

air, tanah, pepohonan, yang secara gratis kita gunakan merupakan rezeki pula. Bahkan kita punya mata, terlinga, tangan, kaki tubuh dan anggota-anggotanya adalah rezeki. Subhanallah kalau begitu banyak sekali bentuk dan macam-macamnya. Ya begitulah rezeki. Begitu juga orang hidup pasti memerlukan cara.

Seperti yang disebut di atas bahwa orang gila itu berarti ia telah kehilangan cara. Yaitu cara hidup yang tertata dan bahagia. Sehingga mereka dalam hidup yang sengsara. Sana kemari tanpa arah dan tujuan yang pasti.

Makanya bener kata Rasulullah dalam sabdanya;
"Barang siapa pingin bahagia di dunia harus pakai ilmu (cara), barang siapa yang pingin bahagia akhiratnya pakai ilmu (cara) dan barang siapa pingin kedua-duanya bahagia harus dengan ilmu (cara)"

Sabtu, 7 Sepetember 2013; 14.15
Yazid~

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates